Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

Mar 6, 2017

EMPAT SEKOLAH DI KABUPATEN MALAKA DI TUTUP

Sungguh ironis memang  3 (tiga) Sekolah  Dasar dan 1 (satu) Sekolah Menengah Atas ditutup di Kabupaten Malaka, Anak-anak sekolah dasar di Dusun Wetalas, Desa Weulun, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terancam putus sekolah usai Pemerintah Kabupaten Malaka belum lama ini menutup Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oevetnai.


Sejak 2017, Pemkab Malaka memang sudah menutup empat sekolah. Selain SDN Oevetnai di Desa Weulun-Kecamatan Wewiku, sekolah lain yang ditutup adalah SDN Kelas Jauh Kaberan Rai di Malaka Barat, SDN Neti Mataus di Haitimuk Kecamatan Weliman, dan SMAN Weliman di Kecamatan Weliman.

Penutupan itu dilakukan karena keempat sekolah dinilai tidak layak sebagai sekolah negeri. Padahal, sekolah-sekolah itu menjadi solusi dalam mengentaskan kurangnya pendidikan di daerah terpencil.
"Kita tutup sekolah-sekolah itu karena tidak layak, baik di bidang infrastruktur pendidikan, tenaga pengajar, dan jumlah siswanya," kata Bupati Malaka Stefanus Bria Seran.
Dengan penutupan sekolah tersebut, anak-anak itu terancam putus sekolah. Itu karena banyak orangtua enggan melepaskan anak-anak mereka bersekolah di tempat jauh.
Semoga saja tidak terjadi lagi penutupan sekolah apalagi yang sudah berstatus Negeri, apapun alasannya, Pemerintah baik Daerah maupun Pusat sebaiknya mempertimbangkan penutupan Sekolah, apalagi yang berada di daerah terpencil. Peningkatan kulitas pendidik harusnya selalu dilkukan terus menerus dan tak kalah pentingnya adalah menambah jumlah pendidik terlebih pada daerah terpencil, terluar dan terdepan.
Sumber : liputan6.com

Read More

Sep 17, 2016

15 LPTK yang ditetapkan sebagai penyelenggara sertifikasi Guru

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi sobat sekalian, mungkin informasi ini bagi sebagian Guru tidaklah begitu penting tetapi bagi Guru yang belum bersetifikasi bisa saja menjadi informasi yang berguna, langsung saja disimak infonya, dan moga saja bermanfaat.

Sebanyak 15 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ditetapkan menjadi tempat pelaksana sertifikasi guru. Ke-15 LPTK tersebut merupakan penyelenggaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang telah ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti). 

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Sumarna Surapranata menuturkan ke-15 perguruan tinggi tersebut akan berperan sebagai rayon atau penyelenggara utama. Rayon nantinya akan bekerja sama dengan 32 perguruan tinggi subrayon dan 32 perguruan tinggi mitra, baik PTN maupun PTS dalam menyelenggarakan PLPG tahun 2016.
"PLPG tahun ini akan diselenggarakan mulai Oktober 2016, dan diharapkan kelulusan guru-guru peserta PLPG 2016 akan rampung pada Desember 2016," ujarnya sesuai penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Direktorat Jenderal GTK dengan LPTK penyelenggara, di gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat, 16 September 2016.

Adapun PLPG tahun 2016 ini akan diikuti oleh 69.259 guru. Mereka terdiri dari guru yang diangkat sebelum tahun 2005, maupun setelah tahun 2005.

15 LPTK yang menjadi rayon tersebut adalah Universitas Syah Kuala, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret.
Kemudian Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Jember, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Cendrawasih, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Negeri Makasar.

sumber : pikiranrakyat.com
Read More

Sep 9, 2016

Daerah Dengan Kunjungan Ke Perpustakaan Tertinggi di Indonesia

gambar ilustrasi
 

Perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung / bangunan atau gedung tersendiri yang berisi bukubuku koleksi, yang diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca (Sutarno NS, 2006:11).
Perpustakaan adalah kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu atau keperluan pemakai (Lasa, 2007:12).
Secara lebih konkrit perpustakaan dapat dirumuskan sebagai suatu unit kerja dari sebuah lembaga pendidikan yang berupa tempat penyimpanan koleksi buku-buku pustaka untuk menunjang proses pendidikan. Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah tempat untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan yang dikelola oleh suatu lembaga pendidikan, sekaligus sebagai sarana edukatif untuk membantu memperlancar cakrawala pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar
Tingkat kunjungan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke perpustakaan tertinggi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
"Mengunjungi perpustakaan merupakan salah satu kegiatan mengisi waktu luang yang bersifat positif. Pengunjung perpustakaan biasanya memiliki tujuan tertentu, misalnya untuk mendapatkan pengetahuan yang dicari atau hanya sekedar membaca," kata Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Sairi saat dihubungi Antara dari Yogyakarta, Jumat.
Bahkan, kata dia, secara sengaja mayoritas masyarakat DIY meluangkan waktu untuk pergi ke perpustakaan.
"Itu salah satu bukti, DIY disebut Kota Pelajar di Indonesia," ucap dia.
Hingga saat ini, lanjut Sairi, pemerintah masih menganggap perpustakaan tempat yang berfungsi menyebarkan pengetahuan dan membantu masyarakat memperoleh dan menambah pengetahuan.
"Masyarakat yang masih terus berkunjung ke perpustakaan untuk belajar dan mencari pengetahuan, perlu diapresiasi di tengah persaingan perpustakaan dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya, seperti perpustakaan digital," terang dia.
Data BPS mencatat, secara total persentase masyarakat berusia lima hingga 44 tahun yang paling banyak mengunjungi perpustakaan adalah Provinsi Bali sebesar 75,62 persen.
Berikutnya, kata dia, posisi kedua dan ketiga ditempati Provinsi DIY sebesar 74,67 persen dan Gorontalo sebesar 68,41. Persentase ini terdiri dari lima kategori.
Pertama, masyarakat tidak bersekolah yang mengunjungi perpustakaan pada posisi tiga besar ditempati oleh DIY sebesar 4,10 persen. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Provinsi Kalimantan Timur (3,12 persen) dan Gorontalo (2,67 persen).
Kedua, masyarakat dengan jenjang SD yang mengunjungi perpustakaan pada posisi 3 besar ditempati oleh DIY (71,92 persen). Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Kepulauan Bangka Belitung (49,02 persen) dan Bali (46,22).
Ketiga, masyarakat dengan jenjang SMP yang mengunjungi perpustakaan pada posisi tiga besar ditempati oleh DIY (82,95 persen). Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Bali 64,54 persen, dan Kepulauan Bangka Belitung 62,59 persen.
Keempat, pelajar dengan jenjang SMU/Kejuruan yang mengunjungi perpustakaan paling banyak adalah Kalimantan Selatan 61,76 persen. Posisi kedua dan ketiga adalah Bengkulu (59,67 persen) dan Kalimantan Utara (58,31 persen). Sementara DIY menempati posisi kedelapan sebesar 52,47 persen.
Kelima, mahasiswa yang paling banyak mengunjungi perpustakaan berasal dari Bali (75,62 persen), diikuti oleh DIY (74,67 persen), dan Gorontalo (68,41 persen).
Semoga bermanfaat ya sobat semua, dan menambah pengetahuan kita....
Read More

Sep 8, 2016

WACANA SABTU SEBGAI HARI LIBUR NASIONAL


Selamat Pagi rekan - rekan dan sobat sekalian, berita seputar sekolah lima hari masih menjadi perbincangan publik saat ini, pasanya pro dan kontra atas rencana Kemendikbud ini masih terus mewarnai dunia pendidikan tanah air. Banyak yang mendukung dan bahkan tak jarang juga yang tidak setuju kebijakan ini dijalankan.

Menteri Muhadjir beralasan, libur hari Sabtu dan Minggu dapat memberi kesempatan kepada siswa yang ingin menikmati waktu berkumpul bersama keluarga. Sekaligus juga bisa menjadi ajang siswa mengembangkan bakat minat mereka dengan bergabung dalam organisasi. Wacana terkait libur hari Sabtu dan Minggu, merupakan bagian dari rencana penerapan sekolah dengan pendidikan karakter. kata Menteri Muhadjir.



Mantan rektor UMM itu juga menjelaskan, materi akan dimanfaatkan di hari Senin sampai Jumat, sehingga Sabtu dan Minggu bisa dimanfaatkan untuk aktivitas lainnya. Bahkan juga bisa digunakan untuk refreshing keluarga, dengan memanfaatkan libur dua hari.

“Pendidikan karakter tidak membuat siswa belajar seharian. Ada jam untuk melaksanakan kegiatan menyenangkan, seperti pengembangan minat dan bakat, mengaji atau membaca buku fiksi,”jelasnya.

Menteri Muhadjir juga menjelaskan, aktivitas menyenangkan itu tergantung dari konsep yang digagas masing-masing sekolah

Waktu anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga bakal semakin panjang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menuntaskan kajian libur sekolah nasional yang baru. Pemerintah bakal menetapkan Sabtu sebagai libur sekolah nasional.

Selama ini sudah banyak pemerintah daerah (pemda) yang menetapkan lama bersekolah Senin-Jumat. Tetapi, masih ada pemda yang menetapkan durasi sekolahnya mulai Senin sampai Sabtu 
Bahkan, ada pemda yang menetapkan setiap Sabtu siswa masuk ke sekolah. Namun, diisi kegiatan ekstrakurikuler sesuai bakat dan minat siswa.
Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan, keputusan Sabtu sebagai hari libur pendidikan nasional segera dikeluarkan. Dengan keputusan itu, seluruh daerah bakal kompak meliburkan siswa setiap Sabtu dan Minggu. 
"Saat ini masih finalisasi. Kami kaji aspek hukumnya," kata Muhadjir setelah menjadi pembicara kunci dialog pendidikan di kantor Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kemarin (8/9). Menurut dia, keputusan menjadikan Sabtu sebagai hari libur sekolah nasional juga menunggu restu presiden.
Dengan ditetapkannya Sabtu sebagai hari libur nasional, lanjut dia, ada konsekuensi penambahan jam pada Senin-Jumat. Beban belajar anak-anak pun tidak tereduksi. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler dan mengasah minat serta bakat di tempatkan sepanjang Senin sampai Jumat.


Menurut mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu, banyak sekali manfaatnya bila Sabtu ditetapkan sebagai hari libur sekolah nasional. Di antaranya, anak-anak jadi memiliki waktu yang lebih dengan keluarganya. Kemudian, keluarga memiliki banyak waktu untuk berekreasi atau wisata. 
"Faktor wisata keluarga ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat," kata dia. Muhadjir belum bisa memastikan kapan regulasi Sabtu sebagai libur sekolah nasional itu keluar. Momentum paling pas menerapkan kebijakan itu adalah awal tahun pelajaran baru 2017-2018 pertengahan tahun depan. 


Read More

Sep 5, 2016

KEMDIKBUD DIMINTA UNTUK TIDAK PAKSAKAN SEKOLAH TERAPKAN FULL DAY SCHOOL



Salam sejahtera Rekan-rekan dan sobat sekalian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta tidak memaksakan gagasan full day school untuk SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Sebab tidak semua sekolah memiliki kesiapan yang sama untuk menerapkan bersekolah sehari penuh (full day school).
Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih‎ mengaku pada dasarnya setuju dengan gagasan Mendikbud yang bertujuan agar siswa SD dan SMP bersekolah lebih lama.  "(Full day school) Memperkecil dampak negatif budaya negatif yang berkembang di luar dunia pendidikan," tutur Faqih.
Kendati demikian, kata dia, penerapan sistem itu bisa berjalan jika hambatan-hambatan yang dihadapi sekolah sudah diatasi. Dengan demikian, kata dia, kebijakan tersebut dapat juga memberikan kebaikan atau apresiasi kepada guru-guru yang kreatif, inovatif, dan berprestasi.
"Karena kalau tidak, sekolah akan membosankan bagi siswa dan guru itu sendiri," ujar Faqih.
Tidak hanya itu, kata dia, sarana prasarana edukasi juga harus segera dilengkapi sesuai tuntutan kurikulum. "Bila dua syarat itu belum dipenuhi untuk sekolah, berarti untuk melaksanakan sistem full day school ini perlu dipilih sekolah yang sudah disiap lebih dulu, jangan paksakan semua sekolah harus menerapkannya," tutur Faqih
Sementara itu komisi X DPR meminta gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tentang sekolah sepanjang hari (full day school) untuk SD dan SMP negeri maupun swasta dikaji mendalam. Salah satu yang perlu dikaji mendalam adalah aktivitas yang dilakukan dalam full day school itu.
"Kemudian, apa yang disiapkan kalau sekolah sampai jam 17.00 WIB,"
Selain itu, kata dia, komunikasi dengan orangtua murid harus intens. Karena, lanjut dia, ada murid yang ikut membantu perekonomian keluarga masing-masing setelah pulang sekolah selama ini. Seperti contoh menjaga barang dagangan orangtuanya atau ikut berjualan.
‎"Sudah dihitung belum konsekuensi logis. Kalau belum akan mendapatkan ekses. Saya minta itu yang dilakukan," tutur politikus Partai Golkar ini.
Dirinya pun mempersilakan jika Mendikbud Muhadjir Effendy ‎ingin melakukan konsultasi mengenai gagasan full day school ke DPR. Kendati demikian, dia mengaku menyambut baik gagasan Muhadjir Effendy itu.


"Komunikasi dengan orangtua murid perlu, psikologi kan. Itu kan sampai jam 17.00 WIB bagaimana sampai anak jangan cepat letih, bagaimana makan siang anak-anak," ucapnya.
Jadi bagaimana menurut rekan-rekan sekalian sudah pantaskah kita menerapkan full day school di Negeri tercinta kita ini? Kasihanilah para Guru dan Siswa, toh semua kebijakan Pemerintah, mereka jugalah yang akan menerapkannya. 
Demikian dan semoga saja bermanfaat...

Sumber : Sindonews.com
Read More